Kamis, 10 Desember 2009

CCSIP- It's Hard but It's Possible

Siapa sangka, jumlah peserta yang lulus interview dari Sabang sampai Merauke ada 86 orang. Dari 86 itu, yang katanya lolos ada 30 orang. It means that, 50 orang diantaranya akan gagal.

It’s gonna be hard. Banyak yang bilang, Mending gak lolos wawancara daripada lolos interview tapi gagal juga. Perih katanya. That’s truly right, tahun lalu hal tersebut sempat aku rasakan. Kuharap kali ini tidak lagi.

Bagaimanapun juga, semuanya pasti ada jalannya. Setelah proses interview dan tesnya selesai, sekarang waktunya berdoa. Berharap Tuhan menurunkan reski dan jalannya buat kita. Kalau rejeki gak akan kemana-mana.

Orang-orang yang sukses biasanya bilang. It’s hard but it’s possible. Akupun mengatakan hal yang sama.

Rabu, 09 Desember 2009

Memalukan

Korupsi bukan barang baru di negeriku. Ini sudah menjadi penyakit yang menyerang para pejabat hingga orang-orang berkuasa di tanah ini. Bahkan, kalau saja tukang becak bisa korupsi, maka kuyakin dia pun akan melakukan korupsi.

Hari anti korupsi tahun ini bertepatan dengan jadwal interview di Jakarta. Ibu kota hari ini diprediksi bakal macet total. Sekitar ratusan ribu orang digadang akan turun ke jalan menentang korupsi. Seandainya aku di Makassar, akupun akan melakukan hal yang sama. Karena akupun benci korupsi.

Meski dihadiri ratusan ribu orang, demonstrasi di ibu kota justru berjalan lancar dan damai. Hal memalukan justru terjadi di kampoeng halamanku, Makassar. Mahasiswa yang berunjuk rasa menjadi beringas. Menghancurkan kaca sebuah toko KFC dan juga beberapa kaca mobil mewah.

Untuk sejenak aku malu jadi anak Makassar. Apa kaitan KFC dan Century? Nalarku tak mampu mencerna. Masih pantaskah mereka disebut Mahasiwa? Mengapa mereka begitu anarkis?

Aku tertunduk malu dihadapan teman-teman dari provinsi lain. Saat seorang nyeletuk, “Gitu yach Makassar mas?” Aku tersenyum kecut. Untuk sejenak aku malu berasal dari Makassar.

Selasa, 08 Desember 2009

Many Things to be Talked

Jakarta, ibu kota negeri ini memang luar biasa. Luar biasa crowdednya, luar biasa macetnya, luar biasa kejamnya, dan luar biasa akan banyaknya hal-hal yang bisa diceritakan. First day in Jakarta memberikan hal baru yang mungkin saja tak kan kutemukan di tempat lain. Pengalaman, pengetahuan dan hal-hal lain dalam hidup.

Dari seorang sopir bajai yang untuk menjalangkan bajainya diperlukan bantuan orang untuk mendorongnya terlebih dahulu, kutemukan bahwa kejamnya korupsi betul-betul dipahami oleh masyarakat bangsa ini hingga lapisan bawah. Sang sopir yang juga orang betawi keturunan bugis bone ini bahkan paham betul tentang betapa susahnya memberantas korupsi. Meskipun sang koruptor jelas-jelas tertangkap kamera, si kamerapun akhirnya dapat dibeli dengan uang.

Di tempat terpisah, aku bertemu Richard. Seorang backpacker asal London yang sedang menikmati indahnya mega merah di halamn Monash. Dari Richard kuketahui bahwa Korupsi tidak hanya terjadi di negeri ku ini. Hal yang sama pun turut terjadi di Eropa sana.

Hampir lupa, besok 9 Desember. Hari anti korupsi se dunia. Semoga tak lagi ada korupsi di negeriku ini. Mungkinkah?????

My First Time Flying

Akhirnya, mimpi bisa naik pesawat terbang itupun akhirnya terwujud juga. Siapa sangka, mimpi seorang anak kampoeng belasan tahun lalu akhirnya menjadi kenyataan. I am flying now and it’s free of charge. 

Sempat senyum-senyum sendiri macam orang gila saat masuk ruang tunggu bandara. Oh…gini yach namanya ruang tunggu bandara. Oh… gini yach rasanya di dalam bandara. Terserah orang mau bilang apa, tetap aja aku nyengar-nyengir. Biarin. I told you guys, this is my first time and let me enjoy it.

Dan senyum itu makin mengembang saat kakiku kuinjakkan di lantai pesawat yang saat itu kebetulan Lyon Air. Berhubung baru, sempat nanya ke pramugarinya dimana tempat duduknya. Sayang, bukan dekat jendela. Padahal, kepingin banget liat Indonesia dari atas.

Meski ga duduk di pinggir, tetap aja maksa-maksain ngintip ke jendela. Melihat birunya laut, indahnya pemandangan, hingga putihnya awan. Senang banget rasanya, Indah…Maha Besar Allah yang menciptakannya.

Ups, hamper lupa. Tulisan ini dibuat saat berada diatas pesawat. Entah ketinggian berapa kaki. Satu yang pasti, saat kuintip, kami lagi berada diatas awan.

Selasa, 01 Desember 2009

CCSIP- Another Open Door

Hampir saja mimpi-mimpi itu terkikis. Laksana sebuah pohon besar yang kehilangan akar-akar penyangganya. Untunglah, Tuhan tak pernah berhenti memperhatikan hamba-Nya. It’s always happen. The right thing in the right moment.

Saat mimpi itu mulai memudar, Tuhan menunjukkan pintu lain yang terbuka. Pengumuman CCSIP akhirnya sampai juga. Luckily, aku lolos dan diminta untk menghadiri interview di Jakrta. And all those things are free of charge.

Aku tersadar, entah bagaimanapun, mimpi-mimpi itu harus tetap kujaga. Ini laksana pintu. Saat sebuah pintu tertutup, masih ada pintu-pintu yang lainnya yang masih terbuka. Dan untuk menemukan pintu itu butuh kesungguhan. Teringat ajaran ustadsku dulu. Man Jadda Wa Jada, Barang siapa yang bersungguh sunguh, Maka dia akan berhasil.

Jumat, 27 November 2009

Memori 10 Tahun

Pulang kampoeng adalah salah satu dari beberapa hal yang sesungguhnya tak ingin kulakukan. Bukan karena ku tak lagi mencintai tanah leluhurku, Bulukumba. Namun bagiku, pulang kampoeng sama halnya dengan kembali mengorek memori 10 tahun yang telah berlalu.

Memori itu seakan bermain dengan jelas di kepalaku saat kujejalkan kakiku di tanah leluhurku itu. Teringat bagiku sosok kecilku yang menghabiskan harinya di bawah terik matahari. Berkejaran di lapangan luas lalu bermain air di sungai bersama teman-temannya, sambil sesekali mandi bersama seklompok kerbau dan juga kuda.

Tak ada perubahan mendasar dari kampoeng ini. Jejeran rumah itu, sekolah tempatku mulai merenda mimpi awal, sekelompok pohon yang usianya jauh diatasku. Pohon Asam, jambu, bambu kuning, dan pohon-pohon lainnya. Ahhh….kampung ini masih seperti dahulu.

NB: Dan yang tak kan pernah terlupa, Kembali ke kampoeng selalu mengingatkanku memori tentang nenek di masa kecilku. Semoga nenk tenang di sana. Kukirimkan fatihah untukmu.

Selasa, 24 November 2009

I am still a Blogger

Aku sungguh lupa kapan tepatnya aku mulai terjangkit virus yang satu ini. Virus yang sebetulnya tidak mematikan namun justru memunculkan sindrom kecanduan yang teramat sangat. Aku sendiri menyebutnya Facebook Acute Syndrome.

Semuanya gara-gara jejaring social yang dibuat sama Mark Zuckersberg. Memang sih, sejak pertama kali diluncurkan, facebook begitu booming bahkan mampu menghipnotis dunia. Mau orangnya tua atau muda, kaya atau miskin, semuanya jadi doyan facebook. Gak peduli itu di belahan bumi bagian Amerika, Afrika, Australia, Eropa hingga Asia, semua pada berlomba membuat account di facebook lalu dengan bangganya bersorak….Now, I am a Facebooker.

Yach, Termasuk aku sendiri. Semuanya berawal karena rasa ingin tahuku yang berlebihan terhadap sesuatu. Awalnya, aku sempat heran kenapa begitu banyak temanku yang ngerumpi ngomongin facebook. Gak di kantin, di kelas, bahkan sampai pelajaran berlangsung sekalipun. Gak heran kalau kemudian aku jadi sangat eager tuk mengenal facebook lebih dekat.

Dan Sim Salabim. Hanya butuh dua hari untuk membuatku jatuh cinta pada layanan social networking yang satu ini. Saking cintanya dengan facebook, aku jadi gak pernah lagi mengecek situs pertemanan Friendster ku. Parahnya, hingga Blog yang dahulunya begitu kubanggakan, tempatku berbagi canda dan tawa pun turut kuabaikan. Parah….

Hampir di setiap kesempatanku online, facebook menjadi situs wajib yang harus kukunjungi. Bahkan jika perlu aku cek ditiap menitnya. Comment status teman-teman ataupun update statusku sendiri adalah hal wajib di tiap harinya. Bahkan, Hal paling pertama yang aku ingat saat terbangun dari tidurku adalah facebook.

Secara tidak sadar, kehadiran facebook menjadikan aku sebagai manusia Narsis tipe kelas wahid. Update status ku semakin menjadi-jadi. Bahkan terkadang, status itu hanya terpasang 5 menit saja lalu kugantikan dengan status yang baru yang isinya rata-rata gak penting dan sedikit nyombongin diri. Nunjukin kalau aku lagi punya duit 5 juta lah, shopping di Mall lah, ke Trans Studio lah, atau banyak hal lainnya yang seharusnya tak perlu aku tuliskan.

Parahnya, aku jadi begitu terobsesi untuk memiliki ribuan teman di jejaring sosial ini. Hingga kini saja, tercatat lebih dari seribuan teman yang telah aku miliki. Padahal, jika harus jujur, tidak lebih dari 50 an orang yang sesungguhnya aku kenal.

Tanpa terasa, 4 bulan berlalu sejak perkenalan pertamaku dengan facebok. Namun entah mengapa saat ini ada perasaan lain yang menggelayuti pikiranku bak sebuah ruang kosong yang tak terisi. Kucoba menepis semua perasaan itu degan browsing di internet. Dan betapa terkejutnya aku saat menyadari bahwa jari jemariku yang mengetik setiap tuts pada notebook ku mengantarkanku pada sebuah website : www.catatan-akhir-kuliah.blogspot.com

Entah takdir apa yang menghantarkanku ke blog ini. Hampir 4 bulan lamanya blog ini kudiamkan. Ahhh, kucoba kembali membaca cerita demi cerita yang kuposkan dalam blog ini. Ada senang, suka, duka, haru, bahagia dalam tulisan-tulisan ini. Tanpa terasa, beberapa bulir air mata jatuh dri kedua bola mataku. Ahhh, mungkin aku lebay.

Malam ini akhirnya kusadari bahwa sebuah kesalahan besar meninggalkan blog ini. Perasaan lain yang menghampiriku sesungguhnya jeritan hati karena tak lagi pernah kumenulis. Tak ada lagi celoteh curhat-curhatku. Tak ada lagi tempatku mengapresiasikan diriku. Dan malam ini kuberjanji untuk tak lagi meninggalkan aktivitas ngeblog ku. Di blogku sejarahku terekam. Dan takkan kubiarkan sejarah itu terputus.

Dan kucoba kembali menuliskan postingan terbaru untuk blog ini. Sebuah postingan setelah sempat fakum dari dunia blogging. Tak lupa kuberi judul pada postingan baruku it. ’’I’m still Blogger’’

Yach..aku masih tetaplah seorang blogger. Dan sampai kapanpun, aku tetap akan menjadi seorang blogger. Di luar sana, kuharap mereka yang telah lupa pada blognya dikarenakan jejaring sosial, mampu kembali eksis dengan blog mereka.

Di blog kita ada tulisan. Ada curhatan. Ada candaan. Ada amarah. Senang, suka, duka, cinta, lara. Di blog kita ada mimpi-mimpi kita.

*Cerpen ini diikutkan dalam Lomba Penulisan Entry Blog Ulang Tahun ke-3 AngingMammiri

Senin, 23 November 2009

IELSP-Daftar Lagi Gagal Lagi

Setahun lalu aku sempat begitu terpuruk saat gagal interview di program IELSP. Kegagalan di interview membuatku harus gagal memwujudkan mimpi-mimpi indahku. Aku gagal ke Amerika. Gagal.

Setahun berlalu dengan cepatnya. Meski kepedihan akan kegagalan itu masih ada, namun IELSP batch 7 kembali terbuka. Dan seperti biasa, semangat 45 ala Indonesiaku berkobar lagi. Yah, aku ingin mendaftar lagi.

Di bawah payung universitas baru bernama UIT, kupersiapkan segala berkas yang dibutuhkan. Tidak tanggung-tanggung, untuk refrensinya kuminta langsung dari Dekan dan Rektorku. Intinya, kuharap tahun ini kubisa lulus. Kenapa tidak, salah satu alasan kenapa kembali kuambil S1 lagi tidak lain karena kuingin kembali mendaftar di beasiswa ini.

Alhasil, setelah berminggu-minggu menunggu telepon yang gak datang-datang. Kutelusuri sendiri pengumuman IELSP ini, Daftar nama-nama yang lulus interview pun akhirnya kudapatkan. Hasilnya, dari 900 nama, tak ada namaku di sana. Tak ada.

Aku kecewa, jelas kecewa. Namun kutaklagi seterpuruk dulu. Setelah berbagai rentetan kegagalan yang kulalui, kubelajar bahwa hidup itu tak semudah yang kubayangkan.
Aku kecewa, namun tak seterpuruk dulu lagi.

My Colorful Life

My Colorful Life